Disepertiga malam dalam lelap tidur saya melihat diriku sendiri akan terseret luapan banjir bandang, entah dimana latar itu semua; Yang tersisa diingatan saya perihal latar hanya sebatas bendera merah putih lusuh berkibar setengah tiang, layu. Dalam mimpi itu saya terus mencoba berenang setengah mati melawan deras seretan banjir bandang, sembari berharap — semoga ada seseorang mau mendorong dan menyelamatkan aku dari keadaan ini semua.

Tiba-tiba saat hati masih berdegup penuh harap, datang seorang kakek berambut gondrong berwajah masam berenang menghampiriku lalu menyeretku kedaratan. Sesampainya didaratan, aku lagi-lagi dikejutkan dengan tingkah aneh kakek gondrong itu, ia kembali menceburkan diri ditengah-tengah air bah banjir. lalu saya berpikir; mau-maunya disituasi seperti ini ia masih memikirkan keselamatan bendera lusuh itu. Setelah mengamankan bendera itu, ia mendekat padaku lalu berkata “mau seberapa kuat apapun kamu, kamu tidak akan pernah menang melawan arus bandang itu, yang cukup kau lakukan hanyalah menyingkir dari arus bandang, berenanglah ke daratan lalu carilah tempat yang mengamankan dirimu dari arus”.

Setelah perkataan kakek gondrong itu saya jenggilad kaget terbangun, wthell is dream. Dalam benakku bertanya-tanya siapa orang yang mampir menyelamatkanku dimimpi saya ini sepertinya tidak asing. Selang waktu 2 setelah kejadian mimpi itu, selasa dihari pulang sekolah saya mampir ketoko buku belakang sekolah, entah energi darimana yang menggerakkan saya agar mampir kesitu, sesampainya disana saya heran; melihat orang tua yang kemarin datang dimimpiku sebagai sampul sebuah buku berjudul Mutiara Emha Ainun Nadjib, setelah saya ingat-ingat mimpi kemarin, iya ini orangnya kemudian saya beli buku ini. 

Sesampainya dirumah saya langsung umboxing bukunya lalu aku baca isinya ternyata “hanya” quote-quote milik Emha Ainun Nadjib, terus saya baca sampai akhir that’s great sense to me. setelah membaca tulisan Emha saya kembali merasakan ada energi yang kembali memeluk dan memahami saya, setelah sekian lama teman sebaya, guru atau bahkan keluarga tidak ada yang memberikan energi dan aura seperti ini, ketika saya berpikir perihal sesuatu mereka menganggapku aneh bahkan orang tua saya hanya berkata kamu hanya bocah. Tapi tidak dengan tulisan Emha saya kali ini merasakan feel yg berbeda, saya tidak tahu bagaimana memaknainya tapi saya merasa lebih enjoy dan merdeka setelah membaca tulisan Emha.

Lalu aku mengambil langkah dari sebuah garis yang ada didalam mimpi dan rasa merdeka setelah membaca ini tulisan Emha, bahwa daratan yang dimaksud kakek gondrong (Emha) dimimpi tadi adalah ketenangan rasa dalam yang saya rasakan sekarang ini.

Kemudian saya mengulik, baca bukunya, streaming youtube atau googling tentang sosok dan diskusi(sinau bareng) Emha sampai pd akhirnya bertemu pada kata Maiyah, setelah mencari tahu apasi Maiyah ini yang sering dibicarakan oleh Emha ternyata semacam ikatan saudara tanpa ikatan darah yang sefrekuensi dengan Emha yang tersebar ditiap-tiap kota.

Lalu saya penasaran ingin mengikuti diskusi maiyah itu secara langsung, karena rata-rata acara sinau bareng itu dilakukan diluar kota dan berhubung saya belum punya sim maka saya cari informasi tentang simpul maiyah di Wonosobo lokasinya dimana, dan menemui info di Facebook, yang waktu itu masih di Kafe Esem.

Kemudian saya mengikuti diskusi simpul Maiyah untuk pertama kalinya, sebuah lingkaran yang lebih kecil dibandingkan dengan yang kulihat distreaming sebelumnya meskipun lebih kecil tapi kehangatannya lebih terasa, dan saya seperti merasa ada kehadiran Emha disetiap ucapan anak-anak Maiyah ini, but it’s ok. energinya paseduluran yang sangat terasa walaupun belom pernah kenal sebelumnya, keterbukaan berpikir, tidak adanya pengekslusifan antara senior dan junior yang tidak aku temui di lingkaran lainnya.

Banyak sekali yang didapati selama 2 tahun saya mengikuti lingkaran simpul yang bernama Sabamaiya ini, atas semuanya terimakasih.

Selamat ulang tahun ke 4 untuk Sabamaiya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *