Empat tahun sudah saya mengukuti sebuah lingkaran kecil ini, banyak lika-liku yang saya temui dan tentunya banyak pengetahuan serta banyak teman yang saya dapat. Cuma istri yang belum saya dapat disini wkwk….

Empat tahun sudah saya mengukuti sebuah lingkaran kecil ini, banyak lika-liku yang saya temui dan tentunya banyak pengetahuan serta banyak teman yang saya dapat. Cuma istri yang belum saya dapat disini wkwk

Beberapa kali saya ikut diskusi atau hanya sekedar kumpul-kumpul tapi yang paling berbeda adalah di Maiyah. Sangat berbeda. Dimana ketika siapapun yang bicara pasti dengarkan. Entah status sosialnya apa pekerjaanya apa, berpeci bersarung atau bercelana pendek pasti didengarkan walaupun yang dibicarakan itu-itu saja, tentang desa, tentang energi mandiri tentang ketahanan pangan (walaupun tak tahan angsuran), tetap semua didengarkan. Apakah ini yang dimaksud Marx dengan Masyarakat tanpa kelas?

Banyak ahli filsafat yang beranggapan kalau pemikiran Karl Marx mengenai masyarakat tanpa kelas adalah pemikiran yang Utopis pemikiran yang hanya bisa dilakukan disyurga tapi ternyata salah. Di Maiyah sudah berlaku selama bertahun-tahun lalu.

Apakah ini juga yang dimaksud karl marx dengan masyarakat sosialis? Wkwkw….

Tak punya pemimpin pasti, struktur juga tidak ada, menentang bentuk kapitalisme, penindasan serta penghisapan suatu golongan tertentu.

Kurang sosialis dan marxis apalagi coba maiyah itu? Wkwk….

Selamat ulang tahun ke 4 untuk SabaMaiya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *