Mengutip nasehat simbah dalam berbagai sinau bareng, beliau pernah berkata, “sinau sinau lan sinau “, salah satu nasehat yang saya tangkap dari sekian banyak event, bahwa dalam konsep sinau bareng melingkar dari simpul maiyah ataupun diacara sinau bareng seakan memunculkan energi positif menurut perspektif pribadi saya. Salah satunya memaksa saya untuk terus belajar dan belajar.

Karena dalam bermaiyah sudah terbiasa untuk saling mengisi, berefleksi dari satu individu ke individu yang lain dari berbagai sisi apapun itu untuk dielaborasi dan dipelajari ilmunya, pokoe sinau! Sehingga menciptakan kondisi, cuaca untuk selalu dinamis dan berkembang meningkatkan diri.

Dari kebiasaan tersebut secara otomatis memunculkan suatu tolak ukur sarana pengingat diri untuk lebih sumeleh, mawas diri, tidak meremehkan terhadap sesama, dan selalu berfikir kompleks dalam menyikapi berbagai situasi, tidak terburu-buru atau terjebak dalam kesimpulan prematur. Ada sebuah hal yang menurut saya unik (sekali lagi ini sepemahaman saya) seperti kutipan yang saya temukan di buku tetralogi buku karya Pramoedya Ananta Toer, orang belanda mengatakan bahwa orang Jawa itu seperti sekumpulan gamelan yang dari berbagai bunyi berbeda tetapi menghasilkan keselarasan dan keindahan yang dipuncaki dengan bunyi gong, yang dimana orang jawa hanya merindukan sosok satrio piningit, ratu adil, tokoh yang mampu membawa perubahan, tetapi tidak mampu menciptakan gong-gong hanya sebatas merindu.

Di maiyah saya menemukan sudut pandang lain bahwa inilah jawaban dari perkataan orang belanda tersebut, seakan Simbah sedang berusaha membentuk, menciptakan gong calon satrio-satrio piningit baru dari berbagai metode memunculkan apa itu disebut dengan kemerdekaan belajar. Dalam forum ini bebas, siapa saja boleh urun rembug, tidak ada hierarki antara guru dan murid, tema yang diangkat pun nyeleneh, semua aspek kehidupan sudah pernah dibahas.

Point terakhirnya, forum ini sangat mendekatkan saya pribadi dengan literasi dari yang tidak begitu suka membaca sekarang alhamdulillah sudah menamatkan beberapa buku dan sedikit demi sedikit bisa sambat dan curhat dalam bentuk tulisan. Dan di bulan April ini sabamaiyah genap berusia 4 tahun walaupun tanpa perayaan seperti sebelumnya karena pagebluk virus corona, yowes ga papa yang penting podo sehat kabeh lur. Dan wabil khusus kepada simbah Emha Ainun Nadjib semoga senantiasa diberi kesehatan dan panjang umur.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *